Liburan atau Les


Bermain adalah belajar

Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar  ( SD ) , Sekolah Menengah Pertama atau yang sederjat ( SMP / MTs. ) Sekolah Menengah Atas atau yang sederajat ( SMA / MA / SMK ) setiap semesternya diakhiri dengan ulangan akhir semester. Dengan berakhirnya kegiatan belajar mengajar dalam satu semester maka sekolah wajib melaporkan hasil penilaian kepada orang tua / wali peserta didik dalam buku raport. Pembagian raport dilaksanakan 1 minggu setelah ulangan akhir semester berakhir. Penerimaan raport setiap sekolah berbeda, ada yang diterimakan orang tua atau diterimakan langsung kepada peserta didik.

Setiap satu semester diberikan waktu jeda atau liburan selama 2 minggu.  Liburan ini biberikan kepada peserta didik setelah menerima raport. Waktu liburan yang diberikan kepada peserta didik adalah untuk cooling down atau refreshing, namun banyak sekolah menyikapinya berbeda-beda. Sebagian sekolah memanfaatkan liburan ini untuk menambah jam pelajaran atau les pada peserta didik kelas 6 ( SD ) , IX ( SMP / MTs. ) , XII ( SMA / MA / SMK ), alasannya untuk pendalaman atau menambah pengetahuan serta drill soal-soal UN. Semua ini dilakukan oleh sekolah untuk persiapan menghadapai ujian nasional ( UN ). Ada sebagian kecil sekolah yang membebaskan peserta didik untuk menikmati liburannya.

Benarkah waktu liburan untuk menambah jam pelajaran atau les ? Salahkah anak-anak menikmati liburan untuk refreshing atau untuk bermain ? sebenarnya waktu libur  itu sudah diatur dalam Permendiknas dalam struktur kurikulum KTSP. Berapa jam pelajaran untuk tatap muka dan berapa jam untuk waktu jeda atau libur. Kalau masing-masing elemen mematuhi aturan yang benar pasti tidak ada rasa khawatir untuk menghadapi ujian nasional ( UN ) sehingga rasa kekhawatiran tidak akan muncul yang pada akhirnya mengorbankan hak anak untuk berkumpul dan bermain. Waktu libur sangat baik untuk membantu pematangan psikologis anak. Anak-anak dapat berkumpul dan bermain dengan teman-teman sepermainannya, atau dapat berlibur sambil menikmati pemandangan alam dan sekitarnya atau pergi ke tempat-tempat wisata tertentu yang dapat membuka wawasan dan pengetahuan baru. Berarti dengan alasan apapun tidak dibenarkan menyita waktu libur anak untuk menambah jam pelajaran.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: